Belajar Bilangan biner
BILANGAN
BINER
Sistem bilangan biner atau sistem bilangan basis dua adalah
sebuah sistem penulisan angka dengan menggunakan dua
simbol yaitu 0 dan 1. Sistem bilangan
biner modern ditemukan oleh Gottfried Wilhelm Leibniz pada abad ke-17. Sistem
bilangan ini merupakan dasar dari semua sistem bilangan berbasis digital. Dari
sistem biner, kita dapat mengkonversinya ke sistem bilangan Oktal atau Hexadesimal. Sistem
ini juga dapat kita sebut dengan istilah bit, atau Binary Digit. Pengelompokan biner dalam
komputer selalu berjumlah 8, dengan istilah 1 Byte/bita. Dalam istilah komputer, 1 Byte = 8 bit. Kode-kode
rancang bangun komputer,
seperti ASCII, American
Standard Code for Information Interchange menggunakan sistem peng-kode-an 1
Byte. (https://id.wikipedia.org/wiki/Sistem_bilangan_biner)
Biner
adalah sistem nomor yang digunakan oleh perangkat digital seperti komputer,
pemutar cd, dll Biner berbasis 2, tidak seperti menghitung sistem desimal yang
Basis 10 (desimal).
Dengan
kata lain, Biner hanya memiliki 2 angka yang
berbeda (0 dan 1) untuk menunjukkan nilai, tidak seperti Desimal yang memiliki
10 angka (0,1,2,3,4,5,6,7,8 dan 9).
Contoh dari bilangan biner: 10011100
Seperti yang anda lihat itu hanya sekelompok nol dan yang, ada 8
angka dan angka-angka tersebut adalah bilangan biner 8 bit. Bit adalah
singkatan dari Binary Digit, dan angka masing-masing digolongkan sebagai bit.
·
Bit di paling kanan, angka 0, dikenal sebagai Least Significant
Bit (LSB).
·
Bit di paling kiri, angka 1, dikenal sebagai bit paling
signifikan (Most significant bit = MSB)
notasi yang digunakan dalam sistem digital:
·
4 bits = Nibble
·
8 bits = Byte
·
16 bits = Word
·
32 bits = Double word
·
64 bits = Quad Word (or paragraph)
20=1
21=2
22=4
23=8
24=16
25=32
26=64
Perhitungan bilangan biner
|
DESIMAL
|
BINER (8 BIT )
|
|
DESIMAL
|
BINER
(8 BIT )
|
|
0
|
0000 0000
|
|
1
|
0000 0001
|
|
2
|
0000 0010
|
|
3
|
0000 0011
|
|
4
|
0000 0100
|
|
5
|
0000 0101
|
|
6
|
0000 0110
|
|
7
|
0000 0111
|
|
8
|
0000 1000
|
|
9
|
0000 1001
|
|
10
|
0000 1010
|
|
11
|
0000 1011
|
|
12
|
0000 1100
|
|
13
|
0000 1101
|
|
14
|
0000 1110
|
|
15
|
0000 1111
|
|
16
|
0001 0000
|
Perhitungan dalam biner mirip dengan menghitung dalam sistem bilangan lain.
Dimulai dengan angka pertama, dan angka selanjutnya. Dalam sistem bilangan
desimal, perhitungan mnggunakan angka 0 hingga 9, sedangkan dalam biner hanya menggunakan
angka 0 dan 1.
contoh:
mengubah bilangan desimal menjadi biner
desimal
= 10.
berdasarkan referensi diatas yang mendekati bilangan 10 adalah 8
(23), selanjutnya hasil pengurangan 10-8 = 2 (21). sehingga dapat dijabarkan seperti berikut
10 = (1 x 23) + (0 x 22) + (1 x 21) + (0 x 20).
dari
perhitungan di atas bilangan biner dari 10 adalah 1010
dapat
juga dengan cara lain yaitu 10 : 2 = 5 sisa 0 (0
akan menjadi angka terakhir dalam bilangan biner), 5(hasil pembagian
pertama) : 2 = 2 sisa 1 (1
akan menjadi angka kedua terakhir dalam bilangan biner), 2(hasil pembagian
kedua): 2 = 1 sisa 0(0 akan menjadi
angka ketiga terakhir dalam bilangan biner), 1 (hasil pembagian ketiga): 2 = 0
sisa 1 (1 akan menjadi angka
pertama dalam bilangan biner) karena hasil bagi sudah 0 atau habis, sehingga
bilangan biner dari 10 = 1010
atau
dengan cara yang singkat
10:2=5(0),
5:2=2(1),
2:2=1(0),
1:2=0(1) sisa hasil bagi dibaca dari belakang menjadi 1010
Konversi desimal ke biner
Untuk
mengubah desimal ke biner juga sangat sederhana, Anda hanya membagi nilai
desimal dengan 2 dan kemudian menuliskan sisanya, ulangi proses ini sampai Anda
tidak bisa membagi dengan 2 lagi, misalnya mari kita mengambil nilai desimal
157:
·
157 ÷ 2 = 78
dengan
sisa 1
·
78 ÷ 2 =
39 dengan
sisa 0
·
39 ÷ 2 =
19 dengan
sisa 1
·
19 ÷ 2 =
9 dengan
sisa 1
·
9 ÷ 2 =
4 dengan
sisa 1
·
4 ÷ 2 =
2 dengan
sisa 0
·
2 ÷ 2 =
1 dengan
sisa 0
·
1 ÷ 2 = 0
dengan sisa 1
BILANGAN
DESIMAL
Sistem bilangan desimal/persepuluhan adalah sistem bilangan yang
menggunakan 10 macam angka dari 0,1, sampai 9. Setelah angka 9, angka
berikutnya adalah 1 0, 1 1, dan seterusnya (posisi di angka 9 diganti dengan
angka 0, 1, 2, .. 9 lagi, tetapi angka di depannya dinaikkan menjadi 1). sistem
bilangan desimal ditemukan oleh Al-Kashi,ilmuwan persia Sistem bilangan desimal
sering dikenal sebagai sistem bilangan berbasis 10, karena tiap angka desimal
menggunakan basis (radix) 10, seperti yang terlihat dalam contoh berikut:
angka desimal 123 = 1*102 + 2*101 + 3*100
Berikut adalah tabel yang menampilkan sistem angka desimal
(basis 10), sistem bilangan biner (basis 2), sistem bilangan/
angka oktal (basis
8), dan sistem angka heksadesimal (basis
16) yang merupakan dasar pengetahuan untuk mempelajari komputer digital. Bilangan oktal dibentuk dari
bilangan biner-nya dengan mengelompokkan tiap 3 bit dari ujung kanan (LSB).
Sementara bilangan heksadesimal juga dapat dibentuk dengan mudah dari angka
biner-nya dengan mengelompokkan tiap 4 bit dari ujung kanan.
|
DESIMAL
|
BINER
(8 BIT)
|
OKTAL
|
HEKSADESIMAL
|
|
0
|
0000 0000
|
000
|
00
|
|
1
|
0000 0001
|
001
|
01
|
|
2
|
0000 0010
|
002
|
02
|
|
3
|
0000 0011
|
003
|
03
|
|
4
|
0000 0100
|
004
|
04
|
|
5
|
0000 0101
|
005
|
05
|
|
6
|
0000 0110
|
006
|
06
|
|
7
|
0000 0111
|
007
|
07
|
|
8
|
0000 1000
|
010
|
08
|
|
9
|
0000 1001
|
011
|
09
|
|
10
|
0000 1010
|
012
|
0A
|
|
11
|
0000 1011
|
013
|
0B
|
|
12
|
0000 1100
|
014
|
0C
|
|
13
|
0000 1101
|
015
|
0D
|
|
14
|
0000 1110
|
016
|
0E
|
|
15
|
0000 1111
|
017
|
0F
|
|
16
|
0001 0000
|
020
|
10
|
BILANGAN
OKTA
Oktal atau sistem bilangan basis 8 adalah sebuah sistem bilangan berbasis
delapan. Simbol yang digunakan pada sistem ini adalah 0,1,2,3,4,5,6,7. Konversi
Sistem Bilangan Oktal berasal dari Sistem bilangan biner yang dikelompokkan tiap tiga
bit biner dari ujung paling kanan (LSB atau Least Significant Bit).
|
BINER
|
OKTAL
|
|
000 000
|
00
|
|
000 001
|
01
|
|
000 010
|
02
|
|
000 011
|
03
|
|
000 100
|
04
|
|
000 101
|
05
|
|
000 110
|
06
|
|
000 111
|
07
|
|
001 000
|
10
|
|
001 001
|
11
|
|
001 010
|
12
|
|
001 011
|
13
|
|
001 100
|
14
|
|
001 101
|
15
|
|
001 110
|
16
|
|
001 111
|
17
|
BILANGAN
HEKSA
Heksadesimal atau sistem bilangan basis 16 adalah sebuah sistem bilangan yang
menggunakan 16 simbol. Berbeda dengan sistem bilangan desimal, simbol yang digunakan dari
sistem ini adalah angka 0 sampai 9, ditambah dengan 6 simbol lainnya dengan
menggunakan huruf A hingga F. Sistem bilangan ini digunakan untuk menampilkan
nilai alamat memori dalam pemrograman komputer.
Nilai desimal yang setara dengan setiap simbol tersebut diperlihatkan pada
tabel berikut:
|
0hex
|
=
|
0dec
|
=
|
0oct
|
0
|
0
|
0
|
0
|
|||
|
1hex
|
=
|
1dec
|
=
|
1oct
|
0
|
0
|
0
|
1
|
|||
|
2hex
|
=
|
2dec
|
=
|
2oct
|
0
|
0
|
1
|
0
|
|||
|
3hex
|
=
|
3dec
|
=
|
3oct
|
0
|
0
|
1
|
1
|
|||
|
4hex
|
=
|
4dec
|
=
|
4oct
|
0
|
1
|
0
|
0
|
|||
|
5hex
|
=
|
5dec
|
=
|
5oct
|
0
|
1
|
0
|
1
|
|||
|
6hex
|
=
|
6dec
|
=
|
6oct
|
0
|
1
|
1
|
0
|
|||
|
7hex
|
=
|
7dec
|
=
|
7oct
|
0
|
1
|
1
|
1
|
|||
|
8hex
|
=
|
8dec
|
=
|
10oct
|
1
|
0
|
0
|
0
|
|||
|
9hex
|
=
|
9dec
|
=
|
11oct
|
1
|
0
|
0
|
1
|
|||
|
Ahex
|
=
|
10dec
|
=
|
12oct
|
1
|
0
|
1
|
0
|
|||
|
Bhex
|
=
|
11dec
|
=
|
13oct
|
1
|
0
|
1
|
1
|
|||
|
Chex
|
=
|
12dec
|
=
|
14oct
|
1
|
1
|
0
|
0
|
|||
|
Dhex
|
=
|
13dec
|
=
|
15oct
|
1
|
1
|
0
|
1
|
|||
|
Ehex
|
=
|
14dec
|
=
|
16oct
|
1
|
1
|
1
|
0
|
|||
|
Fhex
|
=
|
15dec
|
=
|
17oct
|
1
|
1
|
1
|
1
|
|||
Konversi
Konversi dari heksadesimal ke
desimal
Untuk
mengkonversinya ke dalam bilangan desimal, dapat menggunakan formula berikut:
Dari bilangan heksadesimal H yang
merupakan untai digit ,
jika dikonversikan menjadi bilangan desimal D,
maka:
Sebagai
contoh, bilangan heksa 10E yang akan dikonversi ke dalam bilangan desimal:
·
Digit-digit 10E dapat dipisahkan dan mengganti bilangan A sampai
F (jika terdapat) menjadi bilangan desimal padanannya. Pada contoh ini, 10E
diubah menjadi barisan: 1,0,14 (E = 14 dalam basis 16)
·
Mengalikan dari tiap digit terhadap nilai tempatnya.
Dengan
demikian, bilangan 10E heksadesimal sama dengan bilangan desimal 270.
KONVERSI
BILANGAN BINER, OCTAL, DESIMAL, HEXADESIMAL
·
Bilangan biner (Bilangan berbasis dua, bilangannya: 0,1)
·
Bilangan octal (Bilangan berbasis delapan bilangannya:
0,1,2,3,4,5,6,7)
·
Bilangan desimal (Bilangan berbasis sepuluh, bilangannya:
0,1,2,3,4,5,6,7,8,9)
·
Bilangan hexadesimal (Bilangan berbasis enam belas, bilangannya:
0,1,2,3,4,5,6,7,8,9,A,B,C,D,E,F)
Konversi
bilangan adalah proses mengubah bentuk bilangan satu ke bentuk bilangan lain
yang memiliki nilai yang sama. Misal: nilai bilangan desimal 12 memiliki nilai
yang sama dengan bilangan octal 15; Nilai bilangan biner 10100 memiliki nilai
yang sama dengan 24 dalam octal dan seterusnya.
Konversi bilangan biner, octal atau hexadesimal menjadi bilangan
desimal.
Konversi dari bilangan biner, octal atau hexa menjadi bilangan desimal memiliki konsep yang sama.Konsepnya adalah bilangan tersebut dikalikan basis bilangannya yang dipangkatkan 0,1,2 dst dimulai dari kanan. Untuk lebih jelasnya silakan lihat contoh konversi bilangan di bawah ini;
Konversi dari bilangan biner, octal atau hexa menjadi bilangan desimal memiliki konsep yang sama.Konsepnya adalah bilangan tersebut dikalikan basis bilangannya yang dipangkatkan 0,1,2 dst dimulai dari kanan. Untuk lebih jelasnya silakan lihat contoh konversi bilangan di bawah ini;
·
Konversi bilangan octal ke desimal.
Cara mengkonversi bilangan octal ke desimal adalah dengan mengalikan satu-satu bilangan dengan 8 (basis octal) pangkat 0 atau 1 atau 2 dst dimulai dari bilangan paling kanan. Kemudian hasilnya dijumlahkan. Misal, 137(octal) = (7x80) + (3x81) + (1x82) = 7+24+64 = 95(desimal).
Lihat gambar:

Cara mengkonversi bilangan octal ke desimal adalah dengan mengalikan satu-satu bilangan dengan 8 (basis octal) pangkat 0 atau 1 atau 2 dst dimulai dari bilangan paling kanan. Kemudian hasilnya dijumlahkan. Misal, 137(octal) = (7x80) + (3x81) + (1x82) = 7+24+64 = 95(desimal).
Lihat gambar:

·
Konversi bilangan biner ke desimal.
Cara mengkonversi bilangan biner ke desimal adalah dengan mengalikan satu-satu bilangan dengan 2 (basis biner) pangkat 0 atau 1 atau 2 dst dimulai dari bilangan paling kanan. Kemudian hasilnya dijumlahkan. Misal, 11001(biner) = (1x20) + (0x21) + (0x22) + (1x2) + (1x22) = 1+0+0+8+16 = 25(desimal).

Cara mengkonversi bilangan biner ke desimal adalah dengan mengalikan satu-satu bilangan dengan 2 (basis biner) pangkat 0 atau 1 atau 2 dst dimulai dari bilangan paling kanan. Kemudian hasilnya dijumlahkan. Misal, 11001(biner) = (1x20) + (0x21) + (0x22) + (1x2) + (1x22) = 1+0+0+8+16 = 25(desimal).

·
Konversi bilangan hexadesimal ke desimal.
Cara mengkonversi bilangan biner ke desimal adalah dengan mengalikan satu-satu bilangan dengan 16 (basis hexa) pangkat 0 atau 1 atau 2 dst dimulai dari bilangan paling kanan. Kemudian hasilnya dijumlahkan. Misal, 79AF(hexa) = (Fx20) + (9x21) + (Ax22) = 15+144+2560+28672 = 31391(desimal).

Cara mengkonversi bilangan biner ke desimal adalah dengan mengalikan satu-satu bilangan dengan 16 (basis hexa) pangkat 0 atau 1 atau 2 dst dimulai dari bilangan paling kanan. Kemudian hasilnya dijumlahkan. Misal, 79AF(hexa) = (Fx20) + (9x21) + (Ax22) = 15+144+2560+28672 = 31391(desimal).

Konversi bilangan desimal menjadi bilangan biner, octal atau
hexadesimal.
Konversi dari bilangan desimal menjadi biner, octal atau hexadesimal juga memiliki konse yang sama. Konsepnya bilangan desimal harus dibagi dengan basis bilangan tujuan, hasilnya dibulatkan kebawah dan sisa hasil baginya (remainder) disimpan. Ini dilakukan terus menerus hingga hasil bagi < basis bilangan tujuan. Sisa bagi ini kemudian diurutkan dari yang paling akhir hingga yang paling awal dan inilah yang merupakan hasil konversi bilangan tersebut. Untuk lebih jelasnya lihat pada contoh berikut;
Konversi dari bilangan desimal menjadi biner, octal atau hexadesimal juga memiliki konse yang sama. Konsepnya bilangan desimal harus dibagi dengan basis bilangan tujuan, hasilnya dibulatkan kebawah dan sisa hasil baginya (remainder) disimpan. Ini dilakukan terus menerus hingga hasil bagi < basis bilangan tujuan. Sisa bagi ini kemudian diurutkan dari yang paling akhir hingga yang paling awal dan inilah yang merupakan hasil konversi bilangan tersebut. Untuk lebih jelasnya lihat pada contoh berikut;
·
Konversi bilangan desimal ke biner.
Cara konversi bilangan desimal ke biner adalah dengan membagi bilangan desimal dengan 2 dan menyimpan sisa bagi per seitap pembagian terus hingga hasil baginya < 2. Hasil konversi adalah urutan sisa bagi dari yang paling akhir hingga paling awal. Contoh:
Cara konversi bilangan desimal ke biner adalah dengan membagi bilangan desimal dengan 2 dan menyimpan sisa bagi per seitap pembagian terus hingga hasil baginya < 2. Hasil konversi adalah urutan sisa bagi dari yang paling akhir hingga paling awal. Contoh:
125(desimal) = …. (biner)
125/2 = 62 sisa bagi 1
62/2= 31 sisa bagi 0
31/2=15 sisa bagi 1
15/2=7 sisa bagi 1
7/2=3 sisa bagi 1
3/2=1 sisa bagi 1
125/2 = 62 sisa bagi 1
62/2= 31 sisa bagi 0
31/2=15 sisa bagi 1
15/2=7 sisa bagi 1
7/2=3 sisa bagi 1
3/2=1 sisa bagi 1
·
Konversi bilangan desimal ke octal.
Cara konversi bilangan desimal ke octal adalah dengan membagi bilangan desimal dengan 8 dan menyimpan sisa bagi per seitap pembagian terus hingga hasil baginya < 8. Hasil konversi adalah urutan sisa bagi dari yang paling akhir hingga paling awal. Contoh lihat gambar:

Cara konversi bilangan desimal ke octal adalah dengan membagi bilangan desimal dengan 8 dan menyimpan sisa bagi per seitap pembagian terus hingga hasil baginya < 8. Hasil konversi adalah urutan sisa bagi dari yang paling akhir hingga paling awal. Contoh lihat gambar:

·
Konversi bilangan desimal ke hexadesimal.
Cara konversi bilangan desimal ke octal adalah dengan membagi bilangan desimal dengan 16 dan menyimpan sisa bagi per seitap pembagian terus hingga hasil baginya < 16. Hasil konversi adalah urutan sisa bagi dari yang paling akhir hingga paling awal. Apabila sisa bagi diatas 9 maka angkanya diubah, untuk nilai 10 angkanya A, nilai 11 angkanya B, nilai 12 angkanya C, nilai 13 angkanya D, nilai 14 angkanya E, nilai 15 angkanya F. Contoh lihat gambar:

Cara konversi bilangan desimal ke octal adalah dengan membagi bilangan desimal dengan 16 dan menyimpan sisa bagi per seitap pembagian terus hingga hasil baginya < 16. Hasil konversi adalah urutan sisa bagi dari yang paling akhir hingga paling awal. Apabila sisa bagi diatas 9 maka angkanya diubah, untuk nilai 10 angkanya A, nilai 11 angkanya B, nilai 12 angkanya C, nilai 13 angkanya D, nilai 14 angkanya E, nilai 15 angkanya F. Contoh lihat gambar:

Konversi bilangan octal ke biner dan sebaliknya.
·
Konversi bilangan octal ke biner.
Konversi bilangan octal ke biner caranya dengan memecah bilangan octal tersebut persatuan bilangan kemudian masing-masing diubah kebentuk biner tiga angka. Maksudnya misalkan kita mengkonversi nilai 2 binernya bukan 10 melainkan 010. Setelah itu hasil seluruhnya diurutkan kembali. Contoh:

Konversi bilangan octal ke biner caranya dengan memecah bilangan octal tersebut persatuan bilangan kemudian masing-masing diubah kebentuk biner tiga angka. Maksudnya misalkan kita mengkonversi nilai 2 binernya bukan 10 melainkan 010. Setelah itu hasil seluruhnya diurutkan kembali. Contoh:

·
Konversi bilangan biner ke octal.
Konversi bilangan biner ke octal sebaliknya yakni dengan mengelompokkan angka biner menjadi tiga-tiga dimulai dari sebelah kanan kemudian masing-masing kelompok dikonversikan kedalam angka desimal dan hasilnya diurutkan. Contoh lihat gambar:

Konversi bilangan biner ke octal sebaliknya yakni dengan mengelompokkan angka biner menjadi tiga-tiga dimulai dari sebelah kanan kemudian masing-masing kelompok dikonversikan kedalam angka desimal dan hasilnya diurutkan. Contoh lihat gambar:

Konversi bilangan hexadesimal ke biner dan sebaliknya.
·
Konversi bilangan hexadesimal ke biner.
Sama dengan cara konversi bilanga octal ke biner, bedanya kalau bilangan octal binernya harus 3 buah, bilangan desimal binernya 4 buah. Misal kita konversi 2 hexa menjadi biner hasilnya bukan 10 melainkan 0010. Contoh lihat gambar:

Sama dengan cara konversi bilanga octal ke biner, bedanya kalau bilangan octal binernya harus 3 buah, bilangan desimal binernya 4 buah. Misal kita konversi 2 hexa menjadi biner hasilnya bukan 10 melainkan 0010. Contoh lihat gambar:

·
Konversi bilangan biner ke hexadesimal.
Teknik yang sama pada konversi biner ke octal. Hanya saja pengelompokan binernya bukan tiga-tiga sebagaimana pada bilangan octal melainkan harus empat-empat. Contoh lihat gambar:

Teknik yang sama pada konversi biner ke octal. Hanya saja pengelompokan binernya bukan tiga-tiga sebagaimana pada bilangan octal melainkan harus empat-empat. Contoh lihat gambar:

Konversi
bilangan hexadesimal ke octal dan sebaliknya
·
Konversi bilangan octal ke hexadesimal.
Teknik mengonversi bilangan octal ke hexa desimal adalah dengan mengubah bilangan octal menjadi biner kemudian mengubah binernya menjadi hexa. Ringkasnya octal->biner->hexa lihat contoh,

Teknik mengonversi bilangan octal ke hexa desimal adalah dengan mengubah bilangan octal menjadi biner kemudian mengubah binernya menjadi hexa. Ringkasnya octal->biner->hexa lihat contoh,

·
Konversi bilangan hexadesimal ke octal.Begitu
juga dengan konversi hexa desimal ke octal yakni dengan mengubah bilangan hexa
ke biner kemudian diubah menjadi bilangan octal. Ringkasnya
hexa->biner->octal. Lihat contoh;


KONVERSI
BILANGAN
6710 = …. 2
67
: 2 -> 1 (akhir)
33
: 2 -> 1
16
: 2 -> 0
8 :
2 -> 0
4 :
2 -> 0
2 :
2 -> 0
1
(awal)
Penjelasan
:
Di sini kita akan mengonversi angka 67 dari bilangan desimal ke
biner, caranya adalah kita membagi bilangan tersebut dengan 2 kemudian
dituliskan sisanya di sebelah kanan, sedangkan hasil pembagian ditulis di
bawahnya. Bagi terus bilangan tersebut sampai berakhir di angka 1. Setelah
selesai, kita menuliskan hasil konversi dari bawah ke atas. Untuk bilangan di
atas jadi hasil konversinya : 6710 =
10000112
Contoh lain : 4610 =
…. 2
46
: 2 -> 0 (akhir)
23
: 2 -> 1
11
: 2 -> 1
5 :
2 -> 1
2 :
2 -> 0
1
(awal)
Dengan
menuliskan sisa dari setiap pembagian dari bawah ke atas maka hasilnya :
4610 = 1011102
Lalu
bagaimana cara konversi bilangan desimal koma / pecahan ke biner? Caranya
adalah sbb:
Desimal koma / pecahan ke biner
0,84375(10)
= 0,11011(2)
0,84375×2
= 1,6875 => 1(awal)
0.6875×2
= 1,375 => 1
0.375×2
= 0,75 => 0
0,75×2
= 1,5 => 1
0,5×2
= 1,0 => 1(akhir)
Jadi kalo untuk bilangan di belakang koma kita ambil hasilnya
berdasarkan nilai dari atas ke bawah, sedangkan kalo di depan koma dari bawah
ke atas
·
Konversi bilangan biner ke desimal
1011102 = …. 10
(1 x 25) +
(0 x 24) + (1 x 23) + (1 x 22) +
(1 x 21) + (0 x 20) = 32 + 0 + 8 + 4 + 2 + 0 = 46
Jadi 1011102 = 4610
Penjelasan
:
Jumlahkan setiap angka di bilangan biner setelah dikalikan
dengan 2n-1 , n adalah banyaknya
angka di bilangan biner. Misal untuk bilangan di atas 1011102 terdapat
6 buah angka 1, 0, 1, 1, 1, 0. Jadi untuk merubah ke bilangan desimal kita
perlu mengalikannya dengan 2n-1.
SISTEM BILANGAN BINER
Radix
(Basis) = 2 {0,1}
Suatu
bilangan Biner dapat dituliskan atau ditandai dengan angka (2) dibawahnya,
contoh penulisasnnya adalah seperti dibawah ini :
1011(2)
Keterangan
:
SISTEM BILANGAN OCTAL / OKTAL
Radix
(Basis) = 8 {0,1,2,3,4,5,6,7}
Suatu
bilangan Biner dapat dituliskan atau ditandai dengan angka (8) dibawahnya,
contoh penulisasnnya adalah seperti dibawah ini :
20 (8)
SISTEM BILANGAN DECIMAL / DESIMAL
Radix
(Basis) = 10 {0,1,2,3,4,5,6,7,8,9}
Suatu
bilangan Desimal dapat dituliskan atau ditandai dengan angka (10) dibawahnya,
contoh penulisasnnya adalah seperti dibawah ini :
7225,25(10)
SISTEM BILANGAN HEXADECIMAL / HEXADESIMAL
Berasal
dari kata HEXA yang artinya 6 dan DECEM yang artinya 10, jadi HEXADECIMAL
memiliki
Radix
(Basis) = 16 {0,1,2,3,4,5,6,7,8,9,A,B,C,D,E,F}
Suatu
bilangan Desimal dapat dituliskan atau ditandai dengan angka (16) dibawahnya,
contoh penulisasnnya adalah seperti dibawah ini :
7225,25(16)
KONVERSI BILANGAN BINER, OCTAL, DECIMAL/DESIMAL, DAN HEXADECIMAL /
HEXADESIMAL
Sebelumnya,
untuk mempermudah dalam memahami proses konversi suatu bilangan, maka
perhatikan terlebih dahulu kebenaran Decimal seperti berikut, dengan cara
konversi bilangan DECIMAL KE DECIMAL sebagaimana berikut ini :
7225,25(10) = 7×103 + 2×102 +
2×101 + 5×100 +
2×10-1 + 5×102
=
7000 + 200 + 20 + 5 + 0,2 + 0,05
=
7225,25
Konversi BINER ke DECIMAL
Contoh 1
1011(2)
= 1×23 +
0x22 + 1×21 +
1×20
= 8
+ 0 + 2 + 1
= 11(10)
Contoh 2
111(2) = 1×22 + 0x22 +
1×21 + 1×20
= 4
+ 2 + 1
= 7(10)
Contoh 3
111,01(2) = 1×22 + 1×21 +
1×20 + 0x2-1 +
1×2-2
= 4
+ 2 + 1 + 0 + ¼
= 7,25(10)
Konversi DECIMAL ke BINER
Contoh 1
8(10)
= 8 : 2 = 4, sisa = 0 (LSB)
= 4 : 2 = 2, sisa = 0
= 2 : 2 = 1, sisa = 0
= 1 (MSB)
= 1000(2)
Contoh 2
7(10)
= 7 : 2 = 3, sisa = 1 (LSB)
= 3 : 2 = 1, sisa = 1
= 1 (MSB)
= 111(2)
Jika bilangan decimal berupa nilai pecahan, maka cara
mengkonversinya adalah dengan diextract (dipisahkan antara bilangan bulat
dengan bilangan pecahan) dan cara mengkonversinyapun juga berbeda, jika
bilangan bulat dibagi 2, sedangkan bilangan pecahan dikali 2,
selengkapnya silakan perhatikan contoh 3 berikut ini :
Contoh 3
12,375(10)
= 12 : 2 = 6, sisa 0 (LSB)
= 6 : 2 = 3, sisa 0
= 3 : 2 = 1, sisa 1
= 1 (MSB)
= 1100,…??
= 0,375 x
2 = 0,750, sisa = 0 (MSB)
= 0,750 x 2 = 1,5, sisa = 1
(kenapa 0,5 karena sisanya
sudah diambil) = 0,5 x
2 = 1,0, sisa = 1 (LSB)
= …,011
= 1100,011(2)
Jadi, hasil konversi 12,375(10) adalah 1100,011(2)
Konversi OCTAL/OKTAL ke DECIMAL/DESIMAL
Contoh 1
20(8)
= 2 x 81 + 0
x 80
= 16(10)
Contoh 2
16(8) = 1 x 81 + 6 x 80
= 14(10)
Konversi DECIMAL/DESIMAL ke OCTAL/OKTAL
Contoh 1
16(10)
= 16/8 = 2, sisa 0
= 20(8)
Contoh 2
28(10)
= 28/8 = 3, sisa 4
= 34(8)
Konversi OCTAL/OKTAL ke BINER
Langkah
untuk melakukan konversi dari OCTAL ke BINER haruslah melewati DECIMAL terlebih
dahulu, ilustrasi OCTAL—->DECIMAL– –>BINER.
Contoh 1
14(8)
= 1 x 81 +
4 x 80
= 8
+ 4
= 12(10) =
12/2 = 6, sisa 0
= 6/2 = 3, sisa 0
= 3/2 = 1, sisa 1
=
1100(2)
Jadi hasil konversi 14(8)
ke BINER adalah 1100(2)
Konversi HEXADECIMAL / HEXADESIMAL ke DECIMAL/DESIMAL
Contoh 1
12(16)
= 1 x 161 + 2 x 160
=
16 + 2
= 18(10)
Contoh 2
25(16)
= 2 x 161 + 5 x 160
=
32 + 5
= 37(10)
TABEL KEBENARAN SISTEM BILANGAN
|
DECIMAL
|
BINER
|
OCTAL
|
HEXADECIMAL
|
|
0
|
0000
|
0
|
0
|
|
1
|
0001
|
1
|
1
|
|
2
|
0010
|
2
|
2
|
|
3
|
0011
|
3
|
3
|
|
4
|
0100
|
4
|
4
|
|
5
|
0101
|
5
|
5
|
|
6
|
0110
|
6
|
6
|
|
7
|
0111
|
7
|
7
|
|
8
|
1000
|
10
|
8
|
|
9
|
1001
|
11
|
9
|
|
10
|
1010
|
12
|
A
|
|
11
|
1011
|
13
|
B
|
|
12
|
1100
|
14
|
C
|
|
13
|
1101
|
15
|
D
|
|
14
|
1110
|
16
|
E
|
|
15
|
1111
|
17
|
F
|
|
16
|
10000
|
20
|
10
|
|
17
|
10001
|
21
|
11
|
|
18
|
10010
|
22
|
12
|
|
19
|
10011
|
23
|
13
|
|
20
|
10100
|
24
|
14
|
Advertisements
Advertisements

Komentar
Posting Komentar